Minggu, 03 Januari 2010

Tribute To Our Partners

1. Partner, hal pertama yang bisa kulakukan adalah bersyukur. Aku bersyukur karena sekarang ada kamu disini, berjalan bersamaku, mencapai sebuah tujuan bersama-sama... Sekarang aku tak takut lagi menghadapi siapapun, karena aku nggak sendirian..

2. Partner, sekarang tak ada lagi kata aku atau kamu, yang ada hanyalah "kita"..

3. Partner, ketika aku sakit dan nggak bisa memikirkan apapun tentang tugas dan asistensi, kamu datang dengan senyum yang membuatku tenang, lalu kamu bilang, "kamu (baca: namamu) istirahat dulu ya, tugasnya biar aku yang pegang dulu... kamu cepet sembuh ya"

4. Partner, ketika aku punya tugas lain yang berbenturan jadwal, kamu rela mengalah dan mendukungku menyelesaikan tugas-tugasku yang lain...

5. Partner, kamu rela mengantri jam setengah 6 pagi demi mendapatkan kesempatan maju Pak A yang pertama kali, meskipun aku masih tertidur lelap..

6. Partner, kamu rela membolos kuliah demi mengantri Pak A, padahal aku enak-enakan kuliah..

7. Partner, kamu rela meninggalkan makananmu saat kamu sedang makan siang dan kutelpon untuk segera maju Pak B..

8. Partner, kamu rela nggak tidur demi deadline, bahkan saat aku tertidur pun kamu masih begadang..

9. Partner, ketika kita maju dan pekerjaan kita salah, kamu nggak lantas menyalahkanku, meskipun aku tahu, kamu tahu, kita tahu, kalau itu mutlak kesalahanku..

10. Partner, ketika ditanya asisten, kamu nggak lantas membuat jawaban jujur yang memojokkanku.. yang bisa membuatku terlihat bodoh dan kurang berguna..

11. Partner, ketika aku down dan males nglanjutin tugas kita, kamu nggak lantas marah-marah.. tetapi kamu dengan segala kebijaksanaanmu memintaku untuk tenang dan istirahat beberapa hari dulu sampai aku tenang dan bersemangat nglanjutin tugas lagi...

12. Partner, ketika hujan deras disertai badai, kamu dengan tegarnya pergi ke kost teman kita yang berkilo-kilo meter hanya untuk menanyakan masalah seputar tugas kita yang belum beres... padahal aku berlindung di balik selimutku yang tebal...

13. Partner, kamu nggak pernah mengungkit-ungkit masalah fotokopi atau ngeprint ini-pake-uang-siapa-dulu-kalo-pake-duitku-cepet-balikin ya... tetapi kamu segera ingat tanpa kuingatkan kalau kita memakai duitku dulu...

14. Partner, kamu rela bolos kuliah bersamaku untuk mengejar deadline...

15. Partner, kamu tak pernah menyuruhku melakukan sesuatu kalau kamu sendiri bisa melakukannya sendiri.. kebanyakan orang selalu membuang-buang waktu dengan menyuruh-nyuruh orang lain, padahal dia nggak mau disuruh-suruh..

16. Partner, kamu selalu bisa membaca pikiranku, kapan aku males ngerjain tugas, kapan aku semangat... jadi kamu tahu banget kapan ngajak aku ngerjain tugas..

17. Partner, kamu selalu bilang "iya gak papa" saat aku nggak menepati kata-kataku sendiri tentang "batas ngerjain tugas harus sudah sampai sini"

18. Partner, kamu selalu bilang, "ya dilanjutin besok aja ga papah" saat aku sudah ngantuuk banget..

19. Partner, kamu selalu menganggapku sebagai seseorang yang penting, dan bukan hanya sebagai teman untuk maju asisten...

20. Partner, kamu nggak pernah menyalahkanku dengan bilang "ih KAMU gimana sih.. gara-gara KAMU tuh... piye sih.."

21. Partner, saat aku kangen banget keluarga, kamu mengijinkanku pulang barang beberapa hari untuk melepas rindu... dan nggak komentar, "enak aja pulang, selesein dulu tuh tugasmu"

22. Partner, saat aku merasa ini-sudah-mau-dateline/deadline-banget kamu menenangkanku dengan bilang "tenang, kita pasti dapat sp..." dan bukannya bilang "aduh gimana nih, seumur-umur baru sekarang nih aku belom dapat sp H-7 ujian, aduh habisnya kamu sih gini gitu gini gitu.."

23. Partner, untuk keterlambatanku kamu nggak pernah marah... thx ya...


terimakasih, atas semua hal kecil dan besar yang telah kamu lakukan demi kita...

tanpa kamu, aku bukan apa-apa.. meski adanya kamu aku juga masih bukan apa-apa...

tetapi tanpa kamu, aku nggak bisa asistensi sendiri, nggak bisa ngerjain tugas sendiri, dan lain-lain..

maafkan aku, atas semua keegoisanku, kata-kataku yang tak kusadari telah menyinggungmu, atas setiap tetes keringat yang sia-sia karenaku, atas setiap ketidakpedulianku, atas semuanya...

terimakasih...

partner, bangga sekali menyebutmu PARTNER-ku...

0 komentar:

Posting Komentar