Minggu, 28 Februari 2010

New Chapter, New Hope

Libur panjang 40 hari lebih akhirnya kelar juga. Bukannya bersyukur, tapi bukan pula sedih. Well, besok itu hari pertama di semester 6. Kalau menyebut angka 6 rasanya membuatku panik. Aku sudah semester 6! Artinya aku semakin dekat ke apa yang disebut sebagai "angkatan tua". Tua bukan berarti pandai dan lebih berpengalaman. Tua disini berarti "nggak juga memakai toga." Oh my God.

Masih ada kesempatan lulus pada waktunya, asal kita mau berusaha. Mungkin grafik IP ku tiap semester selalu turun signifikan dan naik kecil sekali, namun disinilah tantangan semester 6. Sebuah impian bisa membuat perubahan.

Aku memulai satu hal kecil. Agenda! Yeah, mungkin aku akan bosan dalam waktu dua minggu kedepan, tapi apa salahnya aku mencobanya. Mencoba membuat agenda atau To-do-list atau apalah namanya. Seperti reminder fungsinya, jadi tiap hari kita tahu apa yang harus kita lakukan sebagai prioritas. Atau juga sebagai pengingat dateline atau deadline atau deathline atau apapun kamu menyebutnya. Otak kita dirancang untuk mudah lupa, jadi kenapa kita nggak memulai membuat agenda dan berkata selamat-tinggal-lupa!

Jangan jadikan semester-semester lalu sebagai mimpi buruk dan penjara bagi kita, semester lalu hanyalah apa yang kita dapatkan atas apa yang kita lakukan. Kalau itu buruk, itu adalah pelajaran agar kita lebih baik lagi ke depannya. Kalau sudah dicoba memperbaiki diri namun mash nihil hasilnya, mungkin kita perlu yang namanya merevolusi diri dan pikiran secara besar-besaran. Jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru dan lingkungan yang baru, selama dalam hal-hal yang positif.

Sesuatu yang diawali dengan niat yang baik dan disertai dengan kerja keras untuk mendapatkannya serta dikuatkan dengan doa, pasti nggak akan sia-sia. Let's try!

Senin, 22 Februari 2010

I'm A Sinner

Hari ini dikasih job aneh. Fero 'Ndandong' si kordoswal yang ngasih tugas itu ke aku... Lalu kenapa ke aku? Katanya karena aku yang pandai memalsu tandatangan anak-anak. Oh my God!

Jadi ceritanya begini. Semua orang pulang ke kampung halamannya masing-masing. Yang tersisa di Semarang hanyalah orang-orang asli Semarang dan orang-orang sok sibuk yang ada tugas organisasi atau ada kepentingan lain. Jarang sekali ada yang sengaja pulang ke Semarang untuk mengisi KRS. Bahkan mungkin ada yang sampai sekarang belum pernah mengisi KRS sendiri. Payah, mau jadi apa bangsa ini kalau setiap mahasiswanya adalah mahasiswa titip: titip KRS, titip absen, titip fotokopi, dan lain-lain.

Karena pada jauh dari Semarang makanya semuanya menitipkannya pada kordoswal (terutama untuk 2171). Tapi semester ini membuat semua orang bingung. Kurang banget koordinasi dari penitip KRS dan yang dititipi. Hey, kamu yang tahu tentang apa-apa yang ada hubungannya dengan mata kuliah yang sudah kamu ambil, yang belum kamu ambil, yang mau kamu ambil, maupun yang sudah pernah kamu ambil dan nggak puas akan nilainya. Kenapa harus yang disini yang ikut pusing memikirkan bagaimana jadwalmu berbentrokan dengan jadwalmu yang lain, atau apakah jadwalmu cukup banyak diminati teman-temanmu yang lain.

Terlepas dari semua hal mengenai bagaiman KRS mu diisi, yang lebih penting lagi adalah tandatanganmu. Hey, kamu kan nggak ada, lalu siapa yang mengisi tandatanganmu?

Ndandong mengirimiku berbendel-bendel kertas baik manual taupun online yang harus kutandatangani--atau lebih tepatnya harus kutandatangani dengan tandatangan orang lain. Wah aku berdosa sekali melakukan pekerjaan kotor ini. Bingung juga meniru tandatangan orang-orang yang aneh-aneh. Ada yang tandatangannya kayak anak TK, ada yang ada lambang paranadanya, ada yang penuh garis diagonal, ada yang bertumpuk-tumpuk, ada yang seperti benang kusut, ada yang girlie seolah-olah pemiliknya akan dianggap gaul kalau tandatangannya segaul itu. Semuanya kulakukan dengan ikhlas, kalau ada yang nggak suka hasilnya, silahkan print sendiri KRS mu dan tandatangani sendiri. Oke, aku nggak suka pekerjaan kotor itu, tapi demi membantu saudara satu doswal ya nggak apa-apalah. Itung-itung beramal.

Bagiku melakukan itu semua seperti menggambar, menggambar garis-garis atau lengkung-lengkung. Sedikit mengasyikkan tapi membuatku gemetaran, karena hasilnya nggak pernah seperti aslinya. Karena tiap orang punya penekanan dan ciri khas sendiri dalam memakai alat tulis. Oh ya, tadi aku sempat salah menempatkan tandatangan(ku) di KRS manual salah seorang temanku. Aku malah tandatangan di tempat Pak Sri harusnya tandatangan. Oh tidak! Segera ku tip ex seolah-olah nggak terjadi apa-apa.

Semoga anak-anak mulai menyadari pentingnya arti tandatangan itu sendiri. Tandatangan itu bukan sekedar coretan untaian namamu. Lebih dari itu, itu adalah tentang kepedulianmu akan dirimu, tentang kepedulianmu terhadap orang lain, dan juga bahkan tentang sesuatu hal yang hubungannya dengan orang banyak--apabila kamu sudah menjadi orang nantinya.

Waiting List

Disini, di komputerisasi (samping dosenat jurusan teknik sipil) ribuan mahasiswa membanjir. Beberapa berkelompok di depan komputer yang jumlahnya terbatas, beberapa di depan loket dan membuat bu Anik pusing dan sumpek, beberapa di bawah pohon dan membuat suara berisik, beberapa di tempat duduk-tempat duduk panjang dan pusing mengisi KRS masing-masing (mengisi KRS sendiri saja sudah membuat pusing apalagi mengisi KRS orang lain!).

Dan di suatu pojok dekat kantin, aku dan teman-teman satu angkatanku sibuk membenahi KRS-KRS satu dosen wali (2171) dan mendapati seseorang bernama Hanintyo Hadiman belum mengisi KRSnya. Aku turut prihatin, ada teman kita yang sampai saat ini BELUM mengisi KRS nya. Oh My God, dia mau kuliah semester 6 nggak sich?

Ini adalah hari libur yang cukup padat, parkiran penuh, kantin penuh dan tentu saja komputerisasi menjadi tujuan utama bagi mahasiswa yang ingin mengisi KRS online nya. Atau ya sekedar mencetak KRS atau KHS nya, karena hanya disinilah satu-satunya tempat dimana kita bisa mendapatkannya.

Fero sang koordinator dosen wali 2171 sedang mensortir pas foto-pas foto untuk segera ditempel. Dia adalah seorang koordinator dosen wali paling loyal seangkatan, dia mau mengurusi KRS begitu banyak anak dan terutama meminta tandatangan sang dosen wali yang susah sekali ditemui. Semoga keloyalan dan kerajinannya akan terus terbawqa terus sampai nanti, sampai pada saat semester 6, karena dia adalah partner Struktur Baja 2 ku...

Keep this waiting day with joy and spirit...

Minggu, 21 Februari 2010

Never Tired Of Farming

Tahu Farmville kan? Ya, salah satu games yang dapat kita mainkan lewat situs jejaring sosial facebook ini, mulai masuk ke duniaku beberapa bulan yang lalu. Entah kapan tepatnya. Saat itu ada seseorang yang meng-invite ku sebagai tetangga. Namanya Hanintyo Hadiman, teman sekelasku di Sipil. Dia adalah satu-satunya temanku yang mempunyai sifat kelelawar, tidur disaat orang-orang beraktifitas, dan beraktifitas ketika orang-orang mulai tidur. Dia menghabiskan waktunya di depan PC dengan tangan memegangi joy stick. Dia selalu memanggilku "Bu Satpam" padahal sebenarnya yang satpam-online adalah dia.

Ketika mengkonfirm request-nya, aku nggak sengaja menekan tombol Accept padahal aku ingin menekan tombol Ignore. Dan tararaaa.... Aku masuk ke suatu kebun mini dengan dua petak tanaman strobery dan terong siap untuk dipanen. Lalu kupanen dan akhirnya uangku bertambah. Lalu kubajak tanahnya dan kutanami lagi. Lalu aku berkunjung ke perkebunan Hanin dan mendapati bahwa dia sudah mempunyai beberapa ekor sapi dan pohon-pohon unik. Aku jadi tertarik. Dan aku semakin tertarik ketika tahu bahwa Si Dunkdunk juga mulai main Farmville. Tetanggaku memang cuma dua pada awalnya. Setiap beberapa jam aku memanen kebunku. Pada saat itu uang 1000 sudah sangat besar artinya.

Setelah beberapa bulan akhirnya levelku terus naik, sekarang di level 34, sedikit diatas Dunkdunk, Andhyka, Hanin (dia pensiun!), dan Budi. Tahu nggak kenapa Hanin pensiun? Karena levelnya sudah disalip kita-kita. Hey, come on guys, you don't have to be a child now!

Sekarang uang 1000 sudah nggak ada artinya lagi, pendapatanku sudah merangkak ke level 1.000.000 dan selalu dihabiskan untuk membangun rumah-rumah atau fasilitas umum. Tapi titik terendahku sekarang kupatok dengan 100.000.

Lalu kenapa aku belum berhenti dari permainan ini sekarang? Ya, aku belum bosan, meskipun sedikit mengurangi jam-farmvillku. Banyak hal-hal yang terus di update di permainan ini, sehingga kita hampir selalu menemukan sesuatu yang baru. Kita juga dalam hidup bertetangga juga harus saling membantu, agar kedua belah pihak untung. Aku senang untuk berkunjung ke sawah orang lain; mengunjungi sawah-sawah menakjubkan yang setiap orang selalu berbeda; memberi pupuk tanaman orang lain dan nggak bisa memupuk tanaman kita sendiri; memberi makan ayam orang lain dan nggak bisa memberi makan ayam sendiri; menaburkan unwithered spray dan dengan menakjubkan tanaman orang lain yang sudah busuk menjadi segar kembali dan siap panen; memberikan kado untuk orang lain, baik itu pohon, hewan, koleksi maupun aksesoris; ataupun membangun rumah kuda dengan tetangga kta, dan lain-lain. dan ada juga yang menarik. Aku sering sekali me-refresh home page facebook-ku agar aku menjadi orang pertama yang mendapatkan hewan atau sesuatu yang lain. I like to clame everything, but I miss everything too because somebody does.

Bersosialisasi di farmville bukan saja tentang itu semua. Kita bahkan selalu membicarakannya di jam kuliah dan jam makan siang. Kelihatannya memang sesuatu yang sepele dan nggak ada asiknya, tapi menurutku permainan ini ada seninya. Ada pelajarannya. Pelajaran yang paling jelas adalah bahwa untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan adalah tidak secepat membalik telapak tangan, tapi ada langkah-langkah yang harus dilewati.

I love my Farmville. Viva Farmville!

Game Over. Play Again?


Itulah target yang pernah kubuat bersama Nela di awal semester 5. Sekarang semua hasil sudah keluar dan tararaaaaa..... Semua targetku gagal, hanya satu mungkin yang sesuai harapanku. Aku sering bertanya dalam hati, kenapa ya aku nggak pernah seperti apa yang kutargetkan? Atau memang targetku terlalu tinggi? Mungkin saja. Atau mungkin aku yang kurang berusaha dalam mencapai targetku itu? Mungkin juga.

Atau aku memang tidak menyadari kalau sebenarnya aku itu tidak sepintar yang aku kira. Tunggu, aku nggak bilang kalau aku pintar. Maksudku, kalau aku mengira kemampuanku itu sampai 9, ternyata aku cuma 5 sebenarnya. Hmmm, menyedihkan sekali ada orang yang tidak menyadari dirinya sendiri.

Kebanyakan targetku yang A mendapat B, dan yang B mendapat C. Hmmm, targetku terlalu muluk-muluk mungkin.

Tapi kalau aku tak membuat target apapun, tidak ada suatu perjuangan untuk mendapatkan 'sesuatu'. Semoga saja target-target yang gagal itu menjadikan pelajaran bagiku untuk semester 6. Aku tidak akan menurunkan targetku agar aku bisa mencapainya. Tapi lebih dari itu, bukan target yang akan kuturunkan tetapi kualitasku sebagai mahasiswa yang akan kunaikkan.




Sabtu, 20 Februari 2010

Tipe-tipe Mafiosa

Libur panjang akan segera berakhir dan Semester Genap akan segera datang. Semua nilai sudah dipublikasikan dan mungkin semua Mafiosa sudah tahu semua nasib IP dan IPK-nya. Mungkin juga ada yang belum tahu, tak menutup kemungkinan. Tapi keterlaluan sekali, sebagai teman aku ikut prihatin. Hey, kenapa kamu belum tahu nilaimu, kenapa? Apapun alasanmu, jangan pernah takut untuk melihat hasil kerja kerasmu di semester lalu, because it yours!

Tiap Mafiosa mempunyai cara sendiri-sendiri dalam menilai hasil IP mereka, dan apa yang mereka bicarakan tak selalu sama dengan apa yang mereka pikirkan. Aku sudah cukup lama berada di Sipil untuk menganalisis pikiran-pikiran dan tipe Mafiosa.

Tipe Mafiosa dari segi Perilaku dan Nilai:

1. Mafiosa tipe ini nggak bergabung dalam organisasi manapun, tidak diketahui dimana keberadaannya, susah dicari, punya nomor yang nggak bisa ditelpon, dan selalu dicari-cari dosen wali.

2. Mafiosa tipe ini nggak bergabung dalam organisasi manapun, nggak pernah bolos kuliah, selalu mengejakan tugas besar kapanpun dimanapun, aktif tanya jawab di kelas, selalu menghabiskan waktu di tiga tempat setiap harinya: kampus, kost dan warteg. Dan selalu mendaapt IP di atas 2,5.

3.Mafiosa tipe ini tidak begitu berbeda dengan tipe 2: nggak bergabung dalam organisasi manapun, nggak pernah bolos kuliah, selalu mengejakan tugas besar kapanpun dimanapun, aktif tanya jawab di kelas, selalu menghabiskan waktu di tiga tempat setiap harinya: kampus, kost dan warteg. Tetapi IP nya tak seberuntung tipe 2.

4. Mafiosa tipe ini sering bolos kuliah, namun pandai memilih apa yang mesti dipelajari ketika ujian, sehingga nilai ujiannya bagus dan tentu saja IP-nya bagus.

5. Mafiosa tipe ini tidak begitu pandai pada dasarnya, tetapi selalu mempersiapkan ujian dengan sebaik-baiknya, dengan selembar atau berlembar-lembar contekan sehingga nilainya selalu bagus.

6. Mafiosa tipe ini tidak terlalu pandai dan tidak berani membawa contekan ketika ujian, biasanya nilainya pas-pasan atau bahkan jelek.

7. Mafiosa tipe ini tidak pernah bolos kuliah, aktif di organisasi, aktif di kelas, tugas besar nggak pernah terseok-seok, kenal banyak senior, dikenal dosen-dosen, ketika ujian selalu khawatir nilainya jelek padahal dia sudah sangat mahir latihan soal, dan nilai yang dia dapat selalu bagus.

8. Mafiosa tipe ini selalu mengerti ketika kuliah, selalu menjadi tempat bertanya mafiosa yang lain, pandai bertanya dan menjawab Dosen, namun ketika ujian selalu gagal.

9. Mafiosa tipe ini nggak begitu menonjol ketika kuliah, bukan tempat bertanya, text book, dan IP nya selalu bagus.


Masih banyak tipe-tipe gabungan dari tipe-tipe diatas...
Who are you?

Jumat, 19 Februari 2010

Soft Skill dan Dunia Kerja

Bidang 1 HMS lagi punya kesibukan, yaitu menyelenggarakan kuliah tamu atau kuliah umum--entahlah apa namanya, aku sebagai panitia juga kurang mengerti. Kuliah tamu ini bertemakan Soft Skill dan Dunia Kerja, nantinya akan dihadiri oleh Ir. Adityawarman sebagai pembicara. Beliau adalah Direktur Teknik PT Jasa Marga. Selain beliau masih ada juga pembicara-pembicara keren lainnya. Siapa-siapanya aku kurang tahu, coba tanya Victor sang ketua panitianya, mungkin dia lebih tahu.

Panitia mulai mempersipkan segala tetek-mbengeknya, mulai dari pengadaan dana dan juga perlengkapan. Alhamdulillah, proposal permintaan dana diterima dengan baik dan semoga saja uangnya cukup. Semua berkas-berkas sudah mulai dipersiapkan dan insya Allah akan segera beres minggu ini juga.

Sebagai bendahara panitia, aku tadi hilir mudik kesana kemari untuk membuat SPj, dan untungnya selesai juga. Thanks ya Dunkdunk yang sudah membantuku...

Kuliah tamu ini akan diselenggarakan pertengahan Maret. Pendaftar sudah mulai membanjir, namun kuotanya terbatas. Ayo segera daftar, atau kalian akan menyesal. Kuliah Umum ini cuma setengah hari, GRATIS, dapat makan-minum, dapat sertifikat dan dapat bekal kerja pula...

Don't miss it!

Untuk keterangan lebih lengkap tentang pendaftaran, buka facebook Himpunan Mahasiswa Sipil Undip...