Minggu, 21 Februari 2010

Never Tired Of Farming

Tahu Farmville kan? Ya, salah satu games yang dapat kita mainkan lewat situs jejaring sosial facebook ini, mulai masuk ke duniaku beberapa bulan yang lalu. Entah kapan tepatnya. Saat itu ada seseorang yang meng-invite ku sebagai tetangga. Namanya Hanintyo Hadiman, teman sekelasku di Sipil. Dia adalah satu-satunya temanku yang mempunyai sifat kelelawar, tidur disaat orang-orang beraktifitas, dan beraktifitas ketika orang-orang mulai tidur. Dia menghabiskan waktunya di depan PC dengan tangan memegangi joy stick. Dia selalu memanggilku "Bu Satpam" padahal sebenarnya yang satpam-online adalah dia.

Ketika mengkonfirm request-nya, aku nggak sengaja menekan tombol Accept padahal aku ingin menekan tombol Ignore. Dan tararaaa.... Aku masuk ke suatu kebun mini dengan dua petak tanaman strobery dan terong siap untuk dipanen. Lalu kupanen dan akhirnya uangku bertambah. Lalu kubajak tanahnya dan kutanami lagi. Lalu aku berkunjung ke perkebunan Hanin dan mendapati bahwa dia sudah mempunyai beberapa ekor sapi dan pohon-pohon unik. Aku jadi tertarik. Dan aku semakin tertarik ketika tahu bahwa Si Dunkdunk juga mulai main Farmville. Tetanggaku memang cuma dua pada awalnya. Setiap beberapa jam aku memanen kebunku. Pada saat itu uang 1000 sudah sangat besar artinya.

Setelah beberapa bulan akhirnya levelku terus naik, sekarang di level 34, sedikit diatas Dunkdunk, Andhyka, Hanin (dia pensiun!), dan Budi. Tahu nggak kenapa Hanin pensiun? Karena levelnya sudah disalip kita-kita. Hey, come on guys, you don't have to be a child now!

Sekarang uang 1000 sudah nggak ada artinya lagi, pendapatanku sudah merangkak ke level 1.000.000 dan selalu dihabiskan untuk membangun rumah-rumah atau fasilitas umum. Tapi titik terendahku sekarang kupatok dengan 100.000.

Lalu kenapa aku belum berhenti dari permainan ini sekarang? Ya, aku belum bosan, meskipun sedikit mengurangi jam-farmvillku. Banyak hal-hal yang terus di update di permainan ini, sehingga kita hampir selalu menemukan sesuatu yang baru. Kita juga dalam hidup bertetangga juga harus saling membantu, agar kedua belah pihak untung. Aku senang untuk berkunjung ke sawah orang lain; mengunjungi sawah-sawah menakjubkan yang setiap orang selalu berbeda; memberi pupuk tanaman orang lain dan nggak bisa memupuk tanaman kita sendiri; memberi makan ayam orang lain dan nggak bisa memberi makan ayam sendiri; menaburkan unwithered spray dan dengan menakjubkan tanaman orang lain yang sudah busuk menjadi segar kembali dan siap panen; memberikan kado untuk orang lain, baik itu pohon, hewan, koleksi maupun aksesoris; ataupun membangun rumah kuda dengan tetangga kta, dan lain-lain. dan ada juga yang menarik. Aku sering sekali me-refresh home page facebook-ku agar aku menjadi orang pertama yang mendapatkan hewan atau sesuatu yang lain. I like to clame everything, but I miss everything too because somebody does.

Bersosialisasi di farmville bukan saja tentang itu semua. Kita bahkan selalu membicarakannya di jam kuliah dan jam makan siang. Kelihatannya memang sesuatu yang sepele dan nggak ada asiknya, tapi menurutku permainan ini ada seninya. Ada pelajarannya. Pelajaran yang paling jelas adalah bahwa untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan adalah tidak secepat membalik telapak tangan, tapi ada langkah-langkah yang harus dilewati.

I love my Farmville. Viva Farmville!

0 komentar:

Posting Komentar